Selasa, 29 Desember 2015

Manajemen Desain Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini

                         I.            PENDAHULUAN
        Pendidikan anak usia dini merupakan upaya strategis untuk menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas dalam rangka memasuki era globalisasi yang penuh dengan berbagai tantangan. Dalam hal ini, sukses masa depan hanya dapat diciptakan dengan mempersiapkan generasi sekarang ini. Salah satu upaya ke arah tersebut adalah PAUD yang terpadu dan berorientasi masa depan. Pendidikan anak usia dini akhir-akhir ini mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan pemerintah melalui UU RI No.20/2003 membuktikan keseriusannya untuk memberikan layanan pendidikan untuk anak-anak usia dini. Tentu hal ini merupakan pertanda yang sangat baik bagi dunia pendidikan. Artinya pemerintah dan masyarakat telah sadar betapa pentingnya pendidikan anak usia dini. Di tangan anak-anaklah maju mundurnya masa depan negara ini. Semakin baik kualitas pendidikan yang diberikan semakin baiklah sumber daya manusia yang dihasilkan, dan inilah salah satu pilar yang menjadikan kokoh dan kuatnya suatu negara. Melihat begitu pentingnya pendidikan anak usia dini, salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah memberi kepedulian yang aktif terhadap PAUD.
        Implementasi dan optimalisasi penyelanggaraan pendidikan di semua jenjang dan semua jalur pendidikan mutlak membutuhkan adanya manajemen yang baik. Manajemen pendidikan yang perlu diperhatikan mencakup subtansi manajemen pendidikan inti dan subtansi manajemen pendidikan ekstensi. Subtansi manajemen pendidikan inti mencakup manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen tenaga kependidikan, manajemen sarana dan prasarana, keuangan, serta patisipasi masyarakat. Adapun subtansi manajemen pendidikan ekstensi diantaranya manajemen waktu, manajemen konflik, dan manajemen kultur sekolah. Pada lembaga PAUD beberapa subtansi manajemen pendidikan baik inti maupun ekstensi penting untuk diperhatikan. Salah satunya manajemen desain lingkungan pendidikan anak usia dini, baik desain interior/indoor maupun eksterior/outdoor. Hal ini mengingat anak didik pada lembaga tersebut adalah anak-anak pada masa golden age yakni masa perkembangan otak yang paling cepat. Semua aspek yang ada pada lingkungannya, baik di rumah, di taman bermain, dan di sekolah menjadi sumber kegiatan belajar sehari-hari.
                      II.            RUMUSAN MASALAH
A. Apa pengertian manajemen desain lingkungan PAUD ?
B.  Bagaimana filosofi desain lingkungan PAUD ?
C.  Apa saja prinsip-prinsip dalam pengelolaan lingkungan PAUD ?
D. Bagaimana optimalisasi pemanfaatan lingkungan PAUD ?
E.  Ruang lingkup dan manfaaat Desain lingkungan PAUD ?
F.   Faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas PAUD ?

                   III.   PEMBAHASAN
A.    Pengertian Manajemen Desain Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini
   Manajemen desain lingkungan PAUD adalah penataan-tepatnya set plan- tampilan indoor maupun outdoor PAUD. Walaupun kegiatan mendesain penampilan indoor maupun outdoor PAUD bukan keahlian guru, tetapi setidaknya guru PAUD dapat mengenali karakter desain PAUD yang sesuai dengan dunia fantasi anak. Sebab dunia fantasi anak berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, sosial, emosi, bahasa, seni, dan lain sebagainya. Pimpinan dalam lembaga PAUD mempunyai tugas mulia dalam mewujudkan desain lingkungan yang menyenangkan dan nyaman bagi anak didiknya, tentunya dengan bantuan dan kerjasama dengan beberapa pihak.
B.     Filosofi Desain Lingkungan PAUD
          Desain memang lebih dekat kepada artistik atau seni sebuah benda. Tetapi konsep desain itu sendiri juga melibatkan pemikiran yang sangat mendalam dan filosofis. Jika lingkungan PAUD didesain berdasarkan pemahaman terhadap semua unsur ke-PAUD-an (kurikulum, proses pembelajaran, tumbuh kembang anak, dan lain sebagainya) maka setiap jengkal lingkungan PAUD bisa menjadi cerminan program, tujuan, visi dan misi kelembagaan.
Konsep desain lingkungan PAUD dengan landasan filosofis yang kuat sangat dibutuhkan, khususnya dalam penataan ruang, pemetaan fungsi lahan, tata letak bangunan, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, hiasan, khususnya lukisan sangat membutuhkan desain yang berdasarkan pemikiran filosofis yang mendalam. Mulai dari pemilihan komposisi warna, corak lukisan yang dipakai, dan objek yang akan dilukis dan yang tidak kalah pentingnya adalah makna filosofis di balik lukisan tersebut.
            Fasilitas indoor maupun outdoor PAUD didesain sesuai dengan perkembangan anak didiknya. Baik aktifitas indoor maupun outdoor keduanya mempunyai peran penting dalam tumbuh kembang anak didiknya. Pentingya aktifitas outdoor dalam optimalisasi perkembangan anak adalah meliputi perkembangan fisik, perkembangan keterampilan sosial dan pengetahuan budaya, perkembangan emosional, dan perkembangan intelektual.
C.     Prinsip-prinsip Pengelolaan Lingkungan PAUD
          Desain lingkungan PAUD dengan pemikiran filosofis memerlukan sejumlah prinsip artistik yang sesuai dengan ruang dan lahan yang ada serta kebutuhan penggunaan dalam pembelajaran. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah; keserasian, keindahan, keseimbangan, tata artistik, keamanan, nilai ekonomis, dan kesatupaduan.
          Ketujuh prinsip manajemen desain lingkungan PAUD di atas mempunyai tujuan untuk menciptakan lingkungan indoor maupun outdoor PAUD yang indah, asri, nyaman, ceria, dan menyenangkan, serta dapat dimanfaatkan secara optimal, efektif dan efisien.
          Selain ketujuh prinsip di atas, Rita Mariyana secara spesifik menyebutkan prinsip umum penataan arena bermain outdoor, yakni (1) memenuhi aturan keamanan, (2) melindungi dan meningkatkan karakteristik alamiah anak, (3) desain lingkungan luar kelas harus didasarkan pada kebutuhan anak, dan (4) secara estetis harus menyenangkan.
D.    Optimalisasi Pemanfaatan Lingkungan PAUD
1)   Perpustakaan anak
          Perpustakaan selalu diperlukan di setiap lembaga pendidikan, muali dari tingkat dasar hingga Pendidikan Tinggi, termasuk di dalamnya adalah PAUD. Walaupun di PAUD mayoritas anak-anak belum bisa membaca, tetapi keberadaan perpustakaan di lembaga ini sangat dibutuhkan. Tentu buku yang dikoleksi berbeda dengan buku yang dikoleksi pada jenjang pendidikan lainnya. Buku-buku yang dikoleksi biasanya buku anak-anak yang full colour, warnanya cerah, banyak gambar dan sedikit tulisan. Sehingga anak-anak senang ketika melihat gambar dalam buku tersebut. Dengan modal ketertarikan terhadap gambar inilah guru dapat menstimulasi atau menumbuhkan minat baca pada anak.
          Peran perpustakaan pada PAUD dapat digunakan sebagai sarana pengenalan anak pada kesiapan baca, tulis, hitung (calistung). Nama ruang perpustakaan di PAUD dapat saja diganti dengan bahasa yang menarik, yang penting fungsinya adalah media yang menyediakan alat-alat atau buku stimulan untuk anak, seperti misalnya balok-balok huruf. Di tingkat TK pengenalan calistung tidak boleh disamakan dengan tingkat SD yang memperkenalkan huruf per hurufnya. Namun harus dikemas dengan cara memberikan stimulasi pada anak misalnya dalam bentuk permainan yang mengasyikkan.
          Cara-cara stimulasi minat baca anak bisa dilakukan dengan cara menceritakan sebuah gambar, memasang tulisan-tulisan pada benda-benda yang ada di sekolah. Stimulasi minat baca anak sangat penting dilakukan sejak dini meskipun belum menjadi prioritas, karena penekanannya pada kelancaran berkomunikasi anak dan mengembangkan kemampuan linguistik, spiritual, dan motorik.
2)   Perlengkapan musik outdoor.
          Musik outdoor adalah musik yang diputar di luar kelas atau lebih tepatnya di ruang terbuka, khususnya halaman lembaga PAUD. Biasanya musik ini diputar pagi hari sebelum aktifitas pembelajaran dimulai atau ketika senam pagi. Di samping itu, seringkali ketika istirahat juga diputarkan musik, agar aktifitas bermain anak menjadi lebih bersemangat dan selalu ceria.
          Inteligensi musikal (musical intelligence) merupakan salah satu inteligensi yang perlu dikembangkan pada anak usia dini. Inteligensi musikal yaitu kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik.
          Pengembangan intelegensi musikal anak dapat diasah dengan menyanyi, mencipta lagu, memainkan alat musik dan sebagainya. anak yang memiliki intelegensi musikal umumnya menyukai banyak jenis alat musik dan selalu tertarik untuk memainkan alat musik, mudah mengingat lirik lagu dan peka terhadap suara-suara, mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu, senang mengumpulkan lagu, baik CD, kaset, atau lirik lagu, mampu menciptakan komposisi musik, senang bermain dengan suara dan menyukai dan mampu bernyanyi. Penyediaan fasilitas musik outdoor dan pemutarannya di sela-sela aktifitas bermain anak menjadi media yang baik dalam menumbuhkan inteligensia musikal ini. Maka penyediaan fasilitas musik outdoor ini mutlak diperlukan pada PAUD. 
3)   Laboratorium IT untuk anak.
          Laboratorium IT adalah tempat untuk memperkenalkan anak pada alat-alat teknologi informasi. Laboratorium ini tidak harus berisi alat-alat teknologi informasi yang canggih, tetapi cukup beberapa unit komputer atau alat-alat komunikasi, seperti telepon atau HP dan sejenisnya. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak gagap teknologi di kemudian hari.
          Laboratorium IT pada PAUD bisa diisi dengan beberapa software atau video games yang edukatif. Di antara dampak positif video games edukatif adalah menuntut anak bereaksi sangat cepat melalui koordinasi mata dan tangan sehingga menghasilkan reaksi berupa menekan tombol. Namun jika berlama-lama asyik bermain game di komputer juga berdampak kurang baik terhadap anak. Biasanya anak akan cenderung menjadi individualis dan pasif, karena kurang berinteraksi dengan teman-teman di lingkungannya.
          Munif Chatib menyebutkan bahwa potensi dampak buruk video games makin besar karena permainan elektronik ini dapat membuat anak kecanduan. Permainan ini sangat menarik pemainnya untuk bermain lagi, lagi, dan lagi. Hormon adrenalin yang berpacu mengiringi permainan inilah yang membuat orang ketagihan.
          Melihat dampak negatif dan posistif pada permainan berbasis IT ini, maka guru dan orangtua hendaknya bisa memilih jenis-jenis program bermain yang meminimalisir dampak negatif anak dan mengoptimalkan pelajaran yang terkandung di dalamnya.

E.     Ruang lingkup dan manfaaat Desain lingkungan PAUD
Secara garis besar Ruang lingkup desain lingkungan Paud dibagi menjadi 2 yaitu:
a.       Pengelolaan yang menyangkut siswa/anak didik
1.      Mengorganisasi anak
-          Pengelompokan anak berdasarkan minat
-          Pengelompokan secara berpasangan
2.      Tata laksana kelas
b.      Pengelolaan lingkungan lingkungan fisik
1.      Pengelolaaan lingkungan dalam kelas
2.      Pengelolaan lingkungan diluar kelas
Manfaat desain lingkungan Paud
1.      Dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kogkrit dan langsung
2.      Pemanfaatan sumber belajar dapat mengatasi keterbatasan ruang waktu dan daya indra
3.      Menambah wawasan dan pengalaman anak
4.      Memberikan informasi yang akurat dan terbaru
5.      Meningkatkan motivasi belajar anak
6.      Mengembangkan kemampuan berfikir anak secara lebih kritis dan positif

F.      Faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas PAUD
Berikut ini faktor yang mempengaruhi pengelolaan Paud:
1.      Faktor kurikulum
      Karena kegiatan kelas bukan sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi. Untuk itu kurikulum kaitannya dengan pengelolaan kelas harus dirancang sebagai pengalaman edukatif yang dirancang sekolah dalam membantu anak mencapai itu tujuan pendidikan.
2.      Faktor gedung sarana kelas
      Dalam konteks ini diperlukan kreatifitas dalam mengatur dan mendayagunakan sarana/gedung sebagai media berdasarkan kurikulum yang dipergunakan.
3.      Faktor lingkungan fisik.
      Lingkunagan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran lingkungan fisik yang menggantungkan dan memenuhi minimal mendukung menngkatkan intensitas proses belajar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar