Senin, 21 Desember 2015

Teknik Intervisitasi (Supervisi Pendidikan)

I.                   Pendahuluan
 Bila kita berbicara mengenai pendidikan maka tak akan ada hentinya karena Pendidikan itu adalah sesuatu yang urgen dan tak mengenal usia, apalagi dimasa sekarang dimana orang berlomba-lomba mengembangkan kariernya demi kebahagiaan dimasa depan. Pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam kehidupan manusia yang merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter manusia.Pendidikan formal adalah salah satu focus,manusia diberikan dasar-dasar pengetahuan sebagai dasar-dasar pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani  hidup,dimana dalam hal ini menjadi suatu jenjang yang memang sudah selayaknya dilalui dalam proses kehidupan manusia.
Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise dan supervisor bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien dalam program tersebut. Supervisi menurut Purwanto (1987) ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif. Sedangkan Teknik  supervisi Pendidikan adalah alat  yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.  Dalam pelaksanaan  supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi.
Setelah mempelajari tentang teknik supervisi individual yaitu teknik observasi kelas, teknik kunjungan kelas, teknik percakapan pribadi dan teknik menilai diri sendiri. Kami pemakalah akan menjelaskan tentang teknik Intervisitasi dan teknik menyeleksi sumber materi.

II.                Rumusan Masalah
A.    Apakah pengerian Teknik Intervisitasi ?
B.     Apa saja kebaikan-kebaikan Teknik Intervisitasi ?
C.     Sebutkan jenis-jenis Teknik Intervisitasi ?
D.    Apakah pengertian Teknik Seleksi Sumber Belajar ?

III.             Pembahasan
A.    Pengertian Teknik intervisitasi
Umumnya teknik dapat dibedakan dalam dua macam teknik. Teknik yang bersifat individual, yaitu teknik yang dilaksanakan untuk seorang guru secara individual, dan teknik yang bersifat kelompok, yaitu teknik yang dilakukan untuk melayani lebih dari satu orang guru.
Teknik yang bersifat individual adalah:
1.      Teknik perkunjungan kelas,
2.      Teknik observasi kelas,
3.      Teknik percakapan pribadi,
4.      Teknik intervisitasi,
5.      Teknik menyeleksi sumber materi dan
6.      Teknik menilai diri sendiri. [1]
Teknik intervisitasi (saling mengunjungi kelas) adalah teknik supervise pendidikan dengan cara saling mengunjungi antara sesame guru yang sedang mengajar untuk mengobservasi situasi dalam proses pembelajaran masing-masing. Kunjungan antar kelas digolongkan sebagai teknik supervise perorangan/individu. Kegiatan ini dilakukan guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Melalui kunjungan antar kelas ini, diharapkan guru akan memperoleh pengalaman baru dari teman guru lainnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran, pengelolaan kelas, dan sebagainya.[2]
Agar kunjungan antar kelas (intervisitasi) ini dapat berhasil dengan baik dan bermanfaat, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, sebagai berikut :
1.      Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi dengan sebaik-baiknya.
2.      Diupayakan agar mencari guru yang berpengalaman sehingga mampu memberikan pengalaman baru bagi guru-guru yang akan mengunjungi.
3.      Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi.
4.      Sediakan segala fasilitas yang diperlukan dalam kunjungan antar kelas.
5.      Supervisor (pengawas) hendaknya mengikuti acara kunjungan kelas dengan cermat.
6.      Amatilah apa-apa yang ditampilkan secara cermat dan mencatatnya pada format-format tertentu.
7.      Adakan tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas selesai. Missal, dengan percakapan pribadi, penegasan, dan pemberian tugas-tugas.
8.      Segera aplikasikan ke sekolah atau ke kelas guru yang bersangkutan, yaitu dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi.
9.      Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antar kelas berikutnya.[3]

B.     Kebaikan-kebaikan Teknik intervisitasi adalah :
Ø   Memberi kesempatan mengamati rekan lain yang sedang memberi pelajaran.
Ø  Membantu guru-guru yang ingin memperoleh pengalaman atau ketrampilan tentang teknik dan metode mengajar serta berguna bagi guru-guru yang menghadapi kesulitan tertentu dalam mengajar.
Ø  Memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar. Rekan guru mudah belajar dari temannya sendiri karena keakraban perhubungan atas dasar saling mengenal.
Ø  Sifat bawahan terhadap pemimpin seperti halnya supervisor dan guru tidak ada sama sekali, sehingga diskusi dapat berlangsung secara wajar dan mudah mencari penyelesaian sesuatu persoalan bersifat musyawarah.[4]

C.    Jenis-jenis Teknik Intervisitasi :
Adapun jenis-jenis intervisitation adalah sebagai berikut :
1.      Adakalanya seorang guru mengalami kesulitan dalam suatu masalah, supervisor mengarahkan dan menyarankan kepada guru tersebut untuk melihat rekan-rekan guru yang lain mengajar. Sudah tentu guru yang ditunjuk adalah seorang yang memiliki keahlian dan ketrampilan yang cukup dalam menggunakan teknik-teknik mengajar.
2.      Jenis yang lain ialah pada kebanyakan sekolah, kepala sekolah menganjurkan agar guru-guru saling mengunjungi rekan-rekan dikelas atau disekolah lain. Untuk cara yang kedua ini diperlukan perencanaan dan musyawarah lebih dahulu.[5]
Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah – sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat – kiat yang telah diambil sampai seekolah tersebut maju. Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik supervisi ini adalah dapat saling membandingkan dan belajar atas kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengalaman masing – masing. Sehingga masing – masing guru dapat memperbaiki kualitasnya dalam memberi layanan belajar kepada peserta didiknya.[6]      
D.    Pengertian Teknik Seleksi Sumber Materi
Teknik Seleksi sumber materi adalah teknik yang menitik beratkan kepada kemampuan Supervisor dalam menyeleksi buku – buku yang dimiliki oleh guru pada saat mengajar yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar.Teknik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek – aspek belajar mengajar. Dalam usaha memberikan pelayanan profesional kepada guru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian terhadap aspek – aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang efektif. supervisor harus mempunyai kemampuan menyeleksi berbagai sumber materi yang digunakan guru untuk mengajar.  Adapun cara  untuk mengikuti perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti perkembangan itu melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional reading ". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Hal ini menyatakan bahwa teknik penyeleksian berbagai suber materi untuk mengajar memiliki arti bahwa.[7]



IV.             Kesimpulan
Teknik intervisitasi (saling mengunjungi kelas) adalah teknik supervise pendidikan dengan cara saling mengunjungi antara sesame guru yang sedang mengajar untuk mengobservasi situasi dalam proses pembelajaran masing-masing.
Teknik seleksi sumber materi adalah Teknik yang menitik beratkan kepada kemampuan Supervisor dalam menyeleksi buku-buku yang dimiliki oleh guru pada saat mengajar yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar.
Kebaikan-kebaikan Teknik intervisitasi adalah :
Ø   Memberi kesempatan mengamati rekan lain yang sedang memberi pelajaran.
Ø  Membantu guru-guru yang ingin memperoleh pengalaman atau ketrampilan tentang teknik dan metode mengajar serta berguna bagi guru-guru yang menghadapi kesulitan tertentu dalam mengajar.
Ø  Memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar.
Ø  Sifat bawahan terhadap pemimpin seperti halnya supervisor dan guru tidak ada sama sekali, sehingga diskusi dapat berlangsung secara wajar dan mudah mencari penyelesaian sesuatu persoalan bersifat musyawarah.
Jenis-jenis Teknik Intervisitasi :
Ø  Ada kalanya seorang guru mengalami kesulitan dalam hal ini, supervisor mengarahkan dan menyarankan kepada guru yang disupervisor-i untuk melihat rekan-rekan guru yang  lain mengajar. Sudah tentu guru yang ditunjuk adalah guru yang memiliki keahlian dan ketrampilan yang cukup dalam menggunakan teknik-teknik mengajar.
Ø  Jenis yang lain ialah pada kebanyakan sekolah, kepala sekolah (supervisor intern) menganjurkan agar guru-guru saling mengunjungi rekan-rekan guru di kelas atau sekolah lain. Untuk cara yang kedua ini diperlukan planning (perencanaan) dan musyawarah dulu.


V.                Penutup
Demikianlah makalah yang dapat kami uraikan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Karena sesungguhnya kesempurnaan itu milik Allah dan kekurangan adalah bagian dari kita. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk memperbaiki makalah berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat dan menambah referensi pengetahuan kita. Terima kasih.






[1] Piet A. Sahertian, Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan”, (Jakarta: Rineka Cipta), hlm. 52
[2] Jasmani Asf, Syaiful Mustofa, “Supervisi Pendidikan”, (Jogjakarta: Arruz Media), hlm. 77-78
[3] Jasmani Asf, Syaiful Mustofa, “Supervisi Pendidikan”, (Jogjakarta: Arruz Media), hlm. 78
[4] Piet A. Sahertian, Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan”, (Jakarta: Rineka Cipta), hlm. 79
[5] Maryono, Dasar-dasar dan Teknik-teknik menjadi supervisor pendidikan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media), hlm. 38
[7] http://www.infodiknas.com/supervisi-pendidikan.html. Diakses tanggal : 02 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar